Surya Paloh: Ini Negeri Orang Sakit

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai NasDem Surya Paloh menyebut Indonesia sebagai negeri yang banyak maunya karena membuat berbagai peraturan dan lembaga menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

“Ini negeri orang sakit,” katanya saat hadir dalam konsolidasi calon kepada daerah di Makassar, Rabu, 28 Februari 2018.

Ia mencontohkan sistem demokrasi di Indonesia. Jika partai politik ditolak Komisi Pemilihan Umum (KPU), kata dia, mereka melaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). “Kalau Bawaslu bilang parpol ini memenuhi syarat, mabok lagi KPU,” ucapnya di hadapan ratusan kader Partai NasDem.

Selain itu, Surya menyebutkan ada sekitar 100 lembaga di negeri ini, termasuk ad hoc dan yudisial. Semua lembaga itu menggunakan uang rakyat, bukan uang pribadi. “Jadi NasDem mau perjuangkan itu semua agar lebih sedikit lembaga-lembaga ini. Ini negeri sakit,” tuturnya.

Surya menegaskan Partai NasDem hadir untuk mengubah semuanya, apalagi jika menang dalam pemilihan umum mendatang. Sebab, kata dia, saat ini orang berani berada di negeri orang sakit. “Itulah Indonesia hari ini. Apa yang mau dicari dengan model seperti ini?” ujarnya.

Menurutnya, hiburan rakyat saat ini adalah menyaksikan kepala daerah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi. Karena itu, dia melanjutkan, NasDem ingin memberikan hiburan lain kepada masyarakat, misalnya penyederhanaan parpol seperti di Amerika Serikat, yang hanya ada dua partai, yakni Demokrat dan Republik. “NasDem tidak percaya dengan model demokrasi multipartai itu efektif,” katanya.

Surya Paloh juga menyesalkan pemilihan kepala daerah yang digelar serentak. Sebab, selama 50 tahun berpartai politik, dia mengaku baru pertama kali mengalami pilkada serentak. “Saya juga tak tahu siapa yang menggugat di MK (Mahkamah Konstitusi) sampai dikabulkan. Sebenarnya, kalau saya ditanya pribadi, ini perlu dievaluasi kembali. Tapi, ya, kita patuh keputusan hukum. Semoga sukses saja,” ujarnya.