Indonesia bukan Negara ‘Ecek-ecek’

KAMPANYE PERDANA LUKMEN

Dalam orasi politiknya saat memberikan sambutan pada kampanye pasangan calon gubernur Papua, Lukas Enembe-Klemen Tina, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh menegaskan bahwa Papua merupakan benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang harus dijaga keberadaannya.

“Kalau ada yang bilang Papua ingin memisahkan diri, saya katakan itu bohong dan fitnah. Karena Papua benteng NKRI. Jadi, saudaraku kalau sayang kepada negara kita ini, yang begitu luar biasa sebagai negara besar, maka jagalah Papua,” ujar Surya Paloh dihadapan puluhan ribu massa di Lapangan Teis Sentani, Jayapura, Papua, Kamis, (1/3).

Surya menegaskan Indonesia merupakan bangsa yang besar, bukan negara yang ecek-ecek. Namun, Indonesia bisa menjadi negara kecil manakala ada sekelompok orang yang ingin ‘bermain api’, yang bisa menyebabkan terjadinya perpecahan.

“Saya lahir di Aceh, tetapi dalam hati saya, saya tidak ada bedanya dengan ssaudara-saudara saya di Papua. Sakitnya saudara saya di Papua adalah sakitnya saya,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Surya Paloh menegaskan, jika Lukas Enembe-Klemen terpilih, maka masyarakat Papua harus menagih janji kampanye mereka.

“Pakailah momentum Pilkada ini dengan mendukung Lukmen. Yakin dan percayalah, saudara-saudara bisa tagih janji mereka pada saya, saya akan jewer mereka berdua, kalau perlu celananya saya turunkan. Tetapi kalau mereka berhasil, saya membawa bunga melati saya kalungkan pada mereka berdua,” katanya.

Surya Paloh menganggap Lukas sebagai adiknya sendiri. Oleh sebab itu, dirinya mengaku akan sangat malu jika pasangan Lukas-Klemen (Lukmen) gagal pada Pilkada Papua tahun ini.

“Saya mengenal dua tokoh ini. Lukmen ini saya kenal secara dekat. Mereka saya anggap sebagai adik saya sendiri. Kalau mereka berhasil memimpin Papua di periode kedua, tidak ada yang lebih bangga di luar diri mereka kecuali saya. Kalau gagal, maka saya yang akan paling malu,” tutur Paloh.

Surya Paloh juga menekankan bahwa kepentingan masyarakat Papua harus menjadi prioritas utama. Setelahnya boleh memperjuangkan kepentingan Partai NasDem.

“NasDem saya katakan perjuangan utama, berjuang untuk rakyat Papua, bukan untuk berjuang pada NasDem. Berjuang untuk Papua dulu, baru berjuang untuk NasDem,” pungkas Surya Paloh.(*)