Endre Saifoel: Kita Telah Menelantarkan Seni Budaya Minang yang Kaya Dengan Keberagamannya.

Anggota Komisi X DPR RI, H Endre Saifoel mengatakan bahwa masyarakat luas mulai cerdas menilai mana budaya yang dinilai lebih atraktif dan mana budaya yang hanya sekedar dipertontonkan pada saat-saat seremonial semata.

“Sebenarnya semua budaya itu khususnya seni tradisional, sangat menarik, terutama seni budaya Minangkabau, hanya saja masih belum dibungkus secara atraktif dan kreatif, plus kerjasama antara masyarakat dengan pelaku seni budaya itu sendiri yang masih belum terjalin,” ujar politisi NasDem ini, Selasa, 23 Januari 2018, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

H. Endre saifoel memberi contoh Seni Budaya Bali. Bali bisa menjadi sekarang ini, tentunya karena kerja keras dari seluruh bagian masyarakatnya. Seni budaya Bali tidak akan pernah semenarik sekarang, jika masyarakatnya sendiri tidak mencintai dan turut berpartisipasi secara aktif dalam setiap aspek kebudayaannya.

“Lihat betapa masyarakat Bali mayoritas masih memegang teguh dan menjaga setiap warisan budaya yang mereka miliki. Hukum adat masih begitu ditegakkan dan dipatuhi. Kekeluargaan yang masih sangat terasa begitu kuat. Kain dan baju khas Bali yang masih saja sering dikenakan dalam kegiatan sehari-hari,” ungkap Endre.

Dia pun mengatakan, apresiasi masyarakat Bali terhadap budayanya sangat berbeda dengan masyarakat di Sumatera Barat yang selama ini kental dengan budaya Minangkabaunya. Harus diakui bahwa baju khas daerah Minangkabau hanya digunakan pada momen-momen tertentu saja.

“Selayaknya pada momen-momen apapun, masyarakat kita selalu bahu membahu, turut terlibat langsung didalamnya, meskipun masyarakat itu sendiri bukan pelaku seni dan budaya. Sudah seharusnya masyarakat kita paham betul mengenai esensi dari mencintai budaya itu sendiri. Dan semuanya harus kita lakukan dengan tulus,” tegasnya.

Ia mengharapkan, seharusnya seni budaya Minangkabau dibungkus secara atraktif, dengan mengandalkan otak-otak kreatif. Dan tentu saja, peranan pemerintah sangat diperlukan untuk mendukung setiap aksi masyarakatnya. Supaya semuanya bisa maksimal.

Endre Saifoel mengakui bahwa selama ini, Pemerintah belum secara optimal menggetolkan aktivitas yang berkaitan dengan kebudayaan. Belum memberikan cukup perhatian, dan kurang kreatif dalam banyak kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan. Tapi, apapun itu program pemerintah tetap tidak akan berhasil sepenuhnya tanpa dukungan dari pelaku seni dan masyarakat.

Satu hal yang tidak bisa kita pungkiri kata anggota DPR RI ini, bahwa saat ini terjadi di Sumatera Barat, adalah; hanya pelaku-pelaku seni dan pemerhati budaya saja yang banyak berperan dalam proses menjaga, mengapresiasi, dan melestarikan seni dan budaya. Sementara masyarakat di luar pelaku seni dan budaya atau masyarakat awam banyak yang masih saja bersifat pasif, bahkan ada beberapa diantaranya mereka justru lebih aktif terhadap budaya luar.

H Endre Saifoel mengajak semua masyarakat Minang bersama-sama bergerak lebih maju, agar seni budaya Minangkabau bisa diapresiasi oleh masyarakatnya. “Sebelum dunia luar menilai bahwa kita telah menelantarkan sebuah warisan yang kaya dengan keberagamannya ini. Atau sebelum dunia luar mengklaim seni budaya kita sebagai milik mereka,” pungkasnya.